LIVE IN CAMP SMPN 2 YOGYAKARTA : MEMBANGUN KREATIVITAS DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN GUNUNGKETUR
GUNTUR BERDAYA, gunungketurkel.jogjakota.go.id - Kelurahan Gunungketur menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Live In Camp SMPN 2 Yogyakarta, salah satu program unggulan sekolah yang bertujuan membangun kreativitas, kemandirian, dan kepedulian lingkungan pada peserta didik. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, pada 14–15 Desember 2024.
Kegiatan diawali dengan penyambutan siswa-siswi SMPN 2 Yogyakarta di Aula Kelurahan Gunungketur pada Sabtu, 14 Desember 2024, pukul 15.00 WIB, ada 9 anak yang tergabung dalam kegiatan ini. Penyambutan dilakukan oleh Lurah Gunungketur dan Omah Kreatif Loedji’16 sebagai fasilitator kegiatan. Dalam sambutannya, Lurah Gunungketur, Sunarni,S.M.,M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini yang tidak hanya mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat, tetapi juga memberikan edukasi tentang pelestarian lingkungan dan pengembangan kreativitas kepada generasi muda.
Selama dua hari pelaksanaan kegiatan Live In Camp, para peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan kreatif yang memberikan pengalaman belajar yang kaya dan bermakna. Pada hari pertama, mereka memulai dengan kunjungan ke ACT Craft, sebuah usaha yang bergerak di bidang produksi aksesoris etnik berbahan batik dan lurik. Di tempat ini, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan tentang proses produksi aksesoris berbasis budaya lokal, tetapi juga terinspirasi untuk mengapresiasi nilai seni dan kearifan lokal. Setelah itu, mereka melanjutkan kegiatan di Sanggar Wangon Dye, di mana mereka belajar membuat tie-dye, sebuah teknik pewarnaan kain yang melatih kreativitas dan keterampilan seni. Masih di hari yang sama, para peserta juga diajak untuk melukis cangkir menggunakan cat enamel, sebuah aktivitas yang memadukan seni rupa dengan ketelitian. Di hari pertama ini juga dilakukan kunjungan ke Jamu Ginggang, tempat mereka mengenal lebih dekat produk tradisional berbasis herbal yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Yogyakarta.
Hari kedua dimulai dengan sarapan bersama di Pasar Sentul, sebuah pengalaman yang memperkenalkan peserta pada suasana pasar tradisional dan berbagai kuliner khas Yogyakarta. Setelah itu, mereka melanjutkan kunjungan ke Kelompok Tani Flamboyan di RW 002 Gunungketur, di mana mereka belajar tentang pertanian dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Selanjutnya, para peserta mengunjungi Taman Batik Endah Giri atau Sanggar Lompong yang berada di nDalem Suryopranatan. Di sini, mereka tidak hanya memahami proses pembuatan batik, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik membatik, sehingga memberikan pengalaman yang mendalam tentang seni tradisional yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia.
Kegiatan Live In Camp ini ditutup pada Minggu sore, pukul 15.00 WIB, dalam sebuah acara yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Gunungketur. Penutupan acara dihadiri oleh Lurah Gunungketur, guru pendamping, wali murid, serta Omah Kreatif Loedji'16 selaku fasilitator kegiatan ini. Dalam acara tersebut, seluruh peserta berbagi pengalaman dan kesan mereka selama dua hari yang penuh pembelajaran dan kreativitas. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga diajak untuk lebih mengenal dan mencintai budaya lokal serta menerapkan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.